Sertifikasi di Tahun 2015 dilipatgandakan

Untuk Guru dan Siswa SMK

Dengan diberlaukannya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), tentunya dijadikan pemacu untuk mendongkrak kemampuan diri sejak dini. Baik kemampuan komunikasi maupun sertifikasi kompetensi bagi siswa Sekolah Menengah khususnya SMK. Apalagi lulusan SMK nantinya akan mendapatkan sertifikat ahli sehingga diakui kehandalannya oleh negara lain.

Sumardijono selaku Kepala Unit Pelaksana Teknis Pelaksana dan Pengembangan Pendidikan Kejuruan (UPT PPPK)  menyatakan, mulai 2015 lembaga nya melipatgandakan kuota sertifikasi siswa dan guru SMK. Sebelumnya, UPT PPPK menyertifikasi 1.200 siswa dan guru saja.

Tahun 2015 ini jumlah nya ditingkatkan menjadi 3.800 orang.


Pelaksanaan sertifikasi tidak dipungut biaya sepeser pun. Sudah ada anggaran dari pemerintah Rp 6 miliar. Ada beberapa kompetensi yang dapat diuji di PPPK. Yaitu, teknik informatika, akuntansi, sekretaris, otomotif, tata boga, tata busana, kecantikan, permesinan las, permesinan bubut manual, dan sebagai nya.

Mengapa juga harus mengantongi sertifikat?  

''Karena lulusan SMK harus siap berkompetisi untuk pasar kerja di dalam maupun luar negeri,'' ungkap Sumardijono seperti dilansir JPNN (6/1).

Sebab, kompetisi pelamar kerja semakin ketat.