202 NIP, K2 diangkat CPNS belum jelas



Kepastian penetapan Nomor Induk Pegawai (NIP) bagi 202 honorer kategori dua (K2) yang lulus tes tahun lalu masih belum jelas. Hal ini membuat sejumlah honorer K2 yang lolos seleski CPNS menjadi khawatir.

Kekhawatiran itu bertambah saat BKD menyerahkan SK CPNS bagi delapan dokter di RS dr Goeteng Tarunadibrata Purbalingga. Para honorer K2 menjadi bertanya-tanya dan merasa ada diskriminasi dalam pengangkatan CPNS itu.

Hal ini langsung ditanggapi BKD Purbalingga.

Kabid Pengembangan dan Diklat Pegawai BKD Purbalingga, Wahyu Prasetiyono menegaskan, para dokter penerima SK CPNS itu merupakan formasi khusus dan memang disegerakan.

“Formasi khusus dokter itu di luar formasi untuk honorer K2. Jadi yang honorer K2 tetap menunggu penetapan NIP yang belum bisa kami pastikan waktunya,” jelas Wahyu, Selasa (21/10).

Sementara itu, hingga kini penetapan NIP bagi honorer K2 tetap diupayakan secepat nya. Namun  semua kebijakan tersebut merupakan kewenangan pemerintah pusat. Sebanyak 202 honorer K2 yang lolos masing- masing terdiri dari Tenaga Kependidikan 69 orang, Kesehatan 57 orang dan teknis administrasi sebanyak 76 orang.

“Untuk formasi kesehatan tak ada untuk dokter dan semua rata- rata keperawatan atau perawat. Jadi untuk dokter merupakan formasi khusus dan tidak mempengaruhi penetapan NIP honorer K2,” tegas nya.

Data yang dihimpun Radar Banyumas (Grup JPNN.com), sebanyak 202 orang honorer K2 yang sudah lolos tes CPNS dan resmi ditetapkan NIP akan ditempatkan di Kabupaten Purbalingga. Baik di sejumlah instansi sesuai dengan asal mereka maupun sebaliknya tergantung kebutuhan pegawai