Pelatihan Kurikulum 2013 Masih Teoritis

K 13

Kurikulum 2013 yang diberlakukan secara menyeluruh se-Indonesia di tahun ajaran 2014/2015 ini harus diimplementasikan dengan baik oleh semua sekolah dari jenjang Dikdas (tingkat SD dan SMP) hingga Jenjang Dikmen (SMA sederajat).



Berkaitan dengan hal tersebut pelatihan terhadap kepala sekolah, guru dan pengawas sekolah harus dilakukan kembali. Khususnya guru mesti dipertajam lagi dalam mengimplementasikan kurikulum 2013 ini ketika mengajar.

Menurut Rukasim (salah seorang Tim Usaid Prioritas Subang) mengungkapkan, pelatihan guru mengenai kurikulum 2013 yang telah dilakukan beberapa waktu lalu belum memastikan setiap guru memahami dan mampu mengajar dalam kurikulum 2013 (K13).

Untuk memantapkan pelaksanaan kurikulum tersebut, Usaid Prioritas Subang siap membantu pemerintah mengimplementasikan K13 ini dengan baik.

“Kami Usaid Prioritas Subang hadir membantu pemerintah mengimplementasikan kurikulum 2013 ini,” kata Rukasim yang qizz234 kutip dari JPNN (2/9/14).

Dikatakan Rukasim, pihaknya siap datang ke sekolah-sekolah di Kabupaten Subang khususnya tingkat SD dan SMP untuk membantu sekolah tersebut melaksanakan K13 ini dengan baik.

Sebab menurutnya, pelatihan K13 yang diikuti guru selama ini bentuknya hanya teori saja. Sehingga kemungkinan tidak semua guru mengerti mengajar dengan kurikulum 2013 ini.

Usaid Prioritas akan datang ke sekolah yang meminta bantuan untuk melatih guru-guru di sekolah tersebut.

“Pelatihan kurikulum 2013 yang sudah dilakukan beberapa waktu lalu oleh pemerintah itu sifatnya hanya teori saja. Guru yang mengikuti pelatihan dengan Usaid Prioritas Subang melakukan pelatihan secara real pembelajarannya seperti apa ketika mengajar siswa,” jelasnya.

Pelatihan yang ditawarkan Usaid Prioritas Subang didesain lebih menekankan kepada praktik. Sehingga guru bisa langsung memahami bagaimana cara mengajar dalam kurikulum 2013 ini.

Guru akan diajarkan bagaimana caranya membuat siswa lebih aktif dan inovatif ketika belajar. Karena di kurikulum 2013 ini, siswa dituntut lebih aktif dan kreatif.

“Guru harus bisa menggali kretivitas anak untuk mengeluarkan gagasan-gagasannya yang selama ini potensi itu tidak pernah disentuh. Yaitu caranya guru harus memberikan pertanyaan yang membuat anak berpikir kreatif,” paparnya.

Dinas Pendidikan Kabupaten Subang menanggapi positif keberadaan Usaid Prioritas Subang ini. Sebagaimana dikatakan oleh Staf Kurikulum Bidang Dikmenumjur, Didin Mahfudin MPd.



Menurutnya, bagus ada upaya Usaid Prioritas Subang untuk membantu pemerintah dalam melaksanakan K13.

“Usaid Prioritas Subang merupakan lembaga pelatihan formal, di mana siap untuk melatih guru-guru yang ada di sekolah dalam mengimplementasikan kurikulum 2013 ini,” ujar Didin.

Dikatakan nya, sudah banyak sekolah yang mengajukan untuk dilatih mengimplementasikan kurikulum 2013 ini. Sekolah yang berminat dan ingin sungguh-sungguh mengimplementasikan kurikulum 2013 ini, sekolah tersebut bisa langsung menghubungi Dinas Pendidikan Subang.